Posts

Kisah Buku, Timor Indonesia dan Cinta Adonara

Image
  Menyusuri sepanjang Kupang hingga Atambua, tiba-tiba jadi cita-cita, sebelum pandemi covid lalu. Entah dari mana ide itu datang. Menyinggahi Soe, Niki-niki, Kefamenanu hingga batas negeri di Atapupu, terancang rapi di suatu sore bersama papa waktu itu.  Perjalanan nostalgia. Saya bilang begitu. Ya, nostalgia bagi laki-laki yang saya kagumi sepenuh hati. Masa mudanya waktu itu, pernah ia lewati di 𝚋𝚞𝚖𝚒 paling timur negeri ini.  Mungkin karena perjalanan hidupnya itu, sejak saya masih kanak, papa selalu menyemangati dan menguatkan kaki saya agar tak gentar berjalan jauh dari rumah.  ”Anak perempuan atau laki-laki sama saja. Harus berani pergi jauh. Merantau. Mereka yang merantau akan tahu bagaimana hidup harus diperjuangkan, “ katanya.  Maka, papa adalah orang pertama yang mendukung saya keluar dari Bali. Merantau kuliah ke Jogja. “Jadi anak rantau, akan membuatmu tegar dan kuat dalam segala. “ Covid menghantam dunia. Semua tiarap. Tapi tidak dengan rencana ...

Mengenang Dia yang Pergi (1)

 Sudah cukup lama saya tidak menulis di blog. Iya, saya masih menulis di platform lain, seperti menulis naskah ulasan buku-buku Gramedia untuk diaudiokan di Noice. Menulis lepas di media cetak nasional dan pastinya menulis materi mengajar ala-ala. Tahun ini boleh dibilang cukup berat saya lalui bagi saya. Ini sehubungan dengan kepergian orang-orang terdekat yang membuat saya kehilangan. Sangat. Ya, tanggal 5 Januari lalu, kakak sepupu saya, Agoes Priadi meninggal dunia. Kakak sepupu laki-laki satu-satunya dalam silsilah per-cucuan di keluarga kami. Boleh dibilang, saya yang paling dekat dengan almarhum. Sejak saya masih remaja sampai kami sama-sama memiliki kehidupan masing-masing. Saat saya belum menikah, dia, orang pertama yang mendengar setiap curhatan segala macam dari mulut saya. Dia juga menjadi patner saya berdiskusi beragam topik. Termasuk praktik bahasa Jepang, karena dia pernah tinggal dan bekerja di negeri sakura itu. Bagi saya, dia kakak yang sangat sangat baik dan roya...

Ritual Mandi Seru Pakai Scarlett Brightening Shower Scrub

Image
    MANDI menjadi ritual penting saban hari bagi kebanyakan orang. Mandi tak hanya sekedar membersihkan kotoran di tubuh saja. Tapi, memberikan sensasi segar dan rileks pada badan setelah melakukan aktivitas. Makanya, gak heran sih kalau ada orang yang bisa betah mandi berjam-jam. Karena ya itu tadi, memanjakan dirinya. Aku sendiri bukan orang yang bisa berlama-lama mandi. Tapi saat jam mandi tiba, aku menikmati sekali meski sebentar. Apalagi kalau abis dari aktivitas di luar rumah, badan rasanya lengket keringat dan berdebu. Gak nyaman banget rasanya. Makanya, aku langsung buru-buru mandi biar badan bersih dari segala macam kotoran yang nempel. O iya, masa-masa pandemi gini, aktivitas mandi itu harus ya, supaya bakteri dan kuman di tubuh kita hilang. Beberapa waktu ini, aku tertarik untuk menjajal produk shower scrub Scarlett yang lagi hitz. Bukan karena ikutan tren ya, tapi kurasa produk ini memang sesuai dengan karakterku. Tentunya, aku baca-baca review dulu sebelum...

Perbaiki Kulit Bermasalah dengan Scarlett

Image
  BERTAMBAHNYA usia ngaruh banget sama kondisi kulit muka kita. Kulit tidak lagi sekenyal dulu. Belum lagi kalau ada jejak flek bekas jerawat yang susah hilang. Udah deh makin bikin kulit muka kita kusam dan gak bercahaya. Kayak gak terawat gitu. Saya pun mengalami kondisi macam itu. Kulit muka saya ini gak mulus. Ada bekas jerawat di dagu dan pipi serta kerutan di kening. Jauh dari licin dan glowing . Ganggu banget. Faktor usia juga berpengaruh banget. Memasuki usia 41 tahun, kualitas kulit muka sudah berkurang jauh. Butuh perawatan mumpuni. Nah, sehari-hari, saya menghindari pakai make-up karena kuatir kulit jadi stres. Paling kalau ke luar rumah, pakai pelembab saja. Kalau usai aktivitas di luar, saya cukup cuci muka. Sampai akhirnya, bertemu dengan produk Scarlett Whitening yang lagi happening. Tadinya ragu-ragu juga mau coba pakai atau tidak. Kuatir gak cocok diaplikasikan di kulit wajah. Wajar kan ya? Karena tiap orang punya jenis kulit berbeda-beda. Dan pemakaian pr...

Rawat Muka dengan Brightly Ever After Cream Day & Night dari Scarlett

Image
  Saya bukan orang yang bisa rajin merawat muka. Karena merasa ribet.  Tapi suka gak suka, mau atau tidak, kulit muka harus tetap dirawat kan? Ketemu dengan Scarlett Whitening ini bikin saya gak ragu buat memulai rutin perawatan wajah. Brightly Ever After Cream Day dan Brightly Ever After Cream Night jadi pilihan. Cream ini bertekstur lembut tapi tidak bikin lengket.   Aromanya soft banget. Menenangkan. Kandungan item produk ini   CM Acnatu, Double Action Sali cylic Acid, Poreaway, Squalane, Triceramide, Natural Vitamin C, Hexapeptide-8, dan Aqua Peptide Glow.  Cara pemakaiannya cukup mudah. Ambil secukupnya terus diaplikasikan di wajah. Memakai Cream Scarlett ini berperan meningkatkan kecerahan dan mengatasi hiperpigmentasi, sebagai antioksidan membuat kulit tampak lebih cerah. Membantu mengencangkan pori-pori kulit wajah, membantu menghambat penuaan dan kerutan di wajah serta membantu kulit melawan dehidrasi kulit wajah.    Ya, sebagai orang yang su...

Berkebun Ala-ala (2)

Image
  Berkebun sekian waktu, mengajarkan saya untuk tidak percaya pada penampilan. Tanaman-tanaman yang saya rawat memberikan pelajaran itu. Tampilan Big Papa sebelum dipangkas batangnya. Dok.Pri Ada tanaman yang sepintas mata terlihat cantik dan anggun. Tapi bila diamati teliti, ternyata ujung daunnya menguning. Atau mengalami lubang di daunnya. Teringat, beberapa pelajaran bertanam dari menyimak youtube dan membaca literatur, jika ada sesuatu tak beres pada tanaman, segera cari tahu problemnya. Kemungkinan, hidupnya tak baik-baik saja. Caranya? Bongkar pot. Periksa kondisi akar dan batang. Benar juga! Beberapa kejadian, tanaman yang saya "curigai" hidupnya tidak sehat, mengalami masalah entah apakah ada akar yang busuk, batang yang lonyot atau ada hama yang menumpang hidupnya. Aglonema Big Papa ini salah satunya. Kemarin-kemarin, dia terlihat gagah menjulang. Daunnya berwarna terang dengan motif yang semarak. Tapi tadi pagi, mata saya menangkap ada perubahan pada daun. Menguni...

Berkebun Ala-ala (1)

Image
Pandemi Corona belum selesai. Iya, kita masih dalam situasi prihatin. Masih harus menahan diri bagi yang memungkinkan untuk beraktivitas dari rumah. Saya pun juga lebih banyak di rumah. Bosan, pasti! Tapi ya tetap harus tahan-tahan diri untuk tetap di rumah. Bergiat seputar urusan rumahtangga dan berkebun. Ini sebenarnya bukan saya banget. Ha-ha-ha. Tapi, karena di rumah ada banyak tanaman mau tidak mau ya harus dilakukan.Tadinya, tanaman di rumah itu ditanam oleh mama saya. Berhubung setahun lalu, mama saya balik ke Bali, akhirnya saya "ketempuhan" untuk merawat.  Iseng, saya beli juga beberapa jenis tanaman baru. Biar tidak bosan. Salah satunya Aglonema. Gara-gara itu, saya jadi tune belajar dunia tanaman. Menyimak Youtube yang berisikan tutorial berkebun bangsa Sri Rejeki ini. Baca-baca artikel tentang bagaimana merawat dan pemeliharaan Aglonema. Ada beberapa jenis Aglo juga yang saya dapat barter dari saudara. Bertukar info soal bertanam ini juga hampir tiap hari saya lak...