Posts

Unggulan

Tentang Arini

Image
Tulisan ini sudah dipublikasikan di Jawa Pos Radar Mojokerto, Minggu (22/7).


JUDUL : Arini Masih Ada Kereta yang Akan Lewat PENULIS: Mira W PENERBIT: Gramedia Pustaka Utama CETAKAN: Pertama, 2018 TEBAL: 232 hlm ISBN: 978-602-038-378-1

Masih Ada Kereta untuk Arini


CINTA tak kenal usia. Dia bisa datang pada siapa saja yang dikehendaki oleh hati. Cinta yang tulus tak punya syarat apa pun. Hanya mencintai. Maka perbedaan usia 15 tahun di antara Arini dan Nick bukanlah alasan untuk menghentikan perasaan cinta di antara keduanya. Meski mulanya Arini tak yakin pada cinta lelaki muda yang pantas jadi anaknya itu. Tapi waktu dan kesungguhan Nick meruntuhkan semuanya.
Cerita ini dibuka dengan pertemuan tak sengaja Arini dengan Nick di sebuah gerbang kereta kelas satu menuju Stuttgart, Jerman. Nick, nekad masuk ke kabin kelas satu tanpa tiket. Kebetulan, di samping bangku yang diduduki Arini kosong. Pemuda yang kehabisan uang itu tanpa sungkan meminta Arini untuk menolongnya dari kucing-kucingan dengan k…

Berjumpa Bill Gates

Image
RASANYA sudah lama sekali tidak mengunggah apa pun di blog kesayangan ini. Kesibukan mudik lebaran dan piknik, salah satu alasannya. Meski bisa saja di tempat mudik saya buka lappi dan mengetik, duh rasanya malas banget buat menulis. Liburan ya liburan. Nulisnya nanti. He-he-he.

Perjalanan mudik dan piknik akan saya tulis kapan-kapan ya. Tapi yang pasti, bersyukur banget bisa menikmati liburan 1,5 bulan (tidak full di Bali sih) tanpa terdistraksi kerjaan. Meski rencana baliknya sedikit dipercepat karena suami ada tugas negara ke ibukota.

Hal lain yang saya syukuri, banyak waktu untuk membaca buku-buku bagus yang terbeli sepanjang dua bulan ini. Ulasan bukunya, akan saya posting menyusul ya.

Liburan 1,5 bulan itu juga jadi momen buat ketemuan sejumlah kawan lama. Menyenangkan pastinya.

O iya, Juli ini genap setahun blog ini eksis. Terima kasih banyak yang sudah rajin singgah ke rumah saya. Saya masih harus banyak belajar gimana ngeblog dengan kreatif. Sejumlah masukan positif saya teri…

Hidup dengan Modal yang Tak Pernah Habis

Image
Artikel ini sudah dipublikasikan di harian Jawa Pos Radar Mojokerto, Minggu (10/6-2018).
JUDUL                      : Keluarga Cemara 2
PENULIS                  : Arswendo Atmowiloto PENERBIT               : Gramedia Pustaka Utama CETAKAN               : Kedua Desember 2017 TEBAL                      : 344 hlm ISBN                           : 978-979-2292-64-0



KEJUJURAN adalah modal yang tak akan pernah habis. Menegakkan kejujuran di mana pun harus menjadi prinsip hidup. Dalam dunia yang serba matrealistis, banyak celah untuk melakukan kecurangan demi mendapat keuntungan dalam bisnis, popularitas, dan melejitnya karir yang menjadi idaman bagi banyak orang. Hanya orang-orang berpendirian yang diberi kekuatan lebih untuk tidak takut berkata tidak atau menolak pada semua yang bertentangan dengan hati nuraninya.
Pesan itu yang dibawa oleh cerita-cerita pendek dalam buku Keluarga Cemara 2. Tanpa pernah mengeluh, keluarga Cemara yang terdiri dari Abah, Emak, Euis, Ara dan Agil menjalani hidup denga…

Cerdas, Gaul dan Kekinian bersama Popbela.com

Image
SABAN hari, saya tak pernah melewatkan untuk membaca informasi-informasi terbaru dari sejumlah media online. Selain memantau isu-isu sosial dan politik, saya suka juga mengintip gosip-gosip  dari selebriti (ibu-ibu rumpik banget ya?) dan artikel-artikel unik kekinian ; Fashion, kecantikan dan karir. Lumayan, info semacam itu bisa jadi hiburan buat Ibu-ibu rumah tangga seperti saya yang kebetulan tidak mengakses televisi di rumah.
Nah, salah satu situs andalan saya adalah POPBELA.com yang menyediakan konten informasi seputar dunia fashion, kecantikan, persahabatan, dan karir. Mulanya sih saya iseng  kesasar di POPBELA.com, setelah sebelumnya rajin mengakses informasi dari IDNTimes. Belakangan, saya baru tahu, kalau sejatinya POPBELA dan IDNTime dimiliki oleh CEO yang sama yakni Winston Utomo (dailysocial.id).
Tampilan POPBELA.com yang eksis sejak Februari 2016 ini selalu segar,  cantik, ramah, renyah dan variatif bikin saya ketagihan menelusuri semua menu yang disajikan. Tidak butuh wa…

Delapan Tahun itu Cinta

Image
JUNI tahun ini genap sewindu saya berstatus istri. Tepatnya 21 Juni nanti, saya dan suami mensyukuri delapan tahun perjalanan rumah tangga yang masih amatiran ini.
Delapan tahun berjalan bersama, komitmenlah yang membuat kami terus berusaha beriringan.
Belum ada rencana apa-apa untuk menandai ulang tahun pernikahan kami. Karena momennya masih nuansa Idul Fitri. Tahun yang lewat, kami mensyukuri dengan touring berdua. Napak tilas ke beberapa tempat kenangan kami di Bali saat masih pengantin baru.
Delapan tahun pernikahan dan anggota keluarga kami masih belum bertambah. Kartu Keluarga kami masih sama seperti saat baru menikah. Masih tertulis dua kepala. Saya dan suami. Belum ada revisi. He-he-he. Sejauh ini kami mensyukuri, Allah begitu baiknya pada kami. Biarlah, urusan yang menjadi preogratif Allah, menjadi rahasiaNya.
Delapan tahun pernikahan, ibarat perjalanan masih belum jauh melangkah. Masih di situ-situ saja. Kami masih "hijau" dalam banyak perkara. Masih awam dalam ban…

Bersatunya Cerpen dan Lukisan dalam Kalih

Image
Artikel ini sudah dipublikasikan di harian Jawa Pos Radar Mojokerto, Minggu (3/6).





Judul Buku                  : KALIH (Kumpulan cerpen dan lukisan)

Penulis                         : Wina Bojonegoro & Yoes Wibowo
Cetakan                      : I, November 2017
Jumlah Halaman        : xvi + 136
Penerbit                      : PadMedia
ISBN                           : 978-602-72310-8-5





SALAH satu cara untuk merayakan cinta dengan indah adalah dengan berkarya yang bisa dinikmati dan dibagikan kepada banyak orang. Melalui buku yang berisikan kumpulan 11 cerpen dan lukisan, pasangan suami istri, Wina Bojonegoro dan Yoes Wibowo, menghadirkan semacam katalog yang menjadi galeri untuk memamerkan karya-karya keduanya dengan inspiratif.
Dalam buku setebal 136 halaman tersebut, Wina menyajikan cerita-cerita yang dekat dengan realitas sosial. Gaya menulisnya sangat khas, yakni mengalir lincah, kadang pedas, dan terkadang satir. Penulis yang juga seorang pengusaha jasa penyedia wisata ini cukup cerda…

Ngopi ala Kafe Gedongan dengan Lita Latte

Image
HIDUP tanpa ngopi itu tak asyik. Begitu moto hidup saya. Sehari alpa menyesap kopi, bisa dipastikan kepala saya cekot-cekot.  Jiwa raga rasanya absurd. Minum secangkir kopi juga jadi obat saat tamu rutin datang, sebab biasanya kepala saya pusing separuh alias migren. Dengan nyucrup kopi, saya tak perlu minum obat-obatan pereda sakit kepala.

Karena kopi sudah bagian dari gaya hidup, secara rutin pula saya dan suami kerap ngopi di luar. Kopi hitam sedikit gula adalah favorit saya sehari-hari. Kalau pergi ngopi di luar,  es kopi jadi pilihan.
Nah, tiga hari lalu, saya disapa teman lama di fesbuk. Klita namanya. Kebetulan, doi dulu adik tingkat saya di Fisipol UMY. Sudah lama sempat janjian ketemu, tapi gagal mulu. Sayanya yang sok sibuk. Hi-hi-hi.
Postingan saya yang berupa quote tentang kopi dikomentarin sama Klita yang saat ini tinggal di Surabaya. Doi dengan to the point menawarkan dagangannya.  Kopi siap minum.
Sebenarnya, saya sudah sempat lihat jualannya  di fesbuk. Sempat ngiler j…

Pagi jadi Kalong Malam Serupa Hamster

Image
PUASA tahun ini sama seperti ramadan tahun lalu. Saya tak banyak job di luar rumah. Lumayanlah, bisa menyimpan energi buat pulang ke pulau sebelah dan jalan-jalan keliling pulau pastinya.
Karena gak punya jam kantor kayak orang-orang, jadilah hari-hari saya serupa kalong kalau pagi dan macam hamster bila malam datang. Sebenarnya, di luar bulan puasa jam tidur saya pun abnormal. He-he-he. 
Puasa ini mestinya saya punya banyak waktu untuk membaca dan menulis. Tapi ya gitu deh, lebih berat buat leyeh-leyeh. Ajian mengusung sejumlah buku ke kasur pun tidak seberapa manjur. Saya lagi dilanda jenuh level akut. Tanda-tanda butuh piknik jauh. He-he-he. Apalagi kalau ingat, betapa dulu, saya pernah banget tak punya waktu untuk khusyuk membaca karena sibuk sama kerjaan yang gak ada habis-habisnya. Rasanya durjana bener kalau saya sampai gak pegang buku sama sekali.  Maka, salah satu cara memulihkan  mood untuk tetap semangat membaca ya piknik ke toko buku.
Sepanjang April-Mei setidaknya tiga k…

Antara Baju Lebaran dan Buku

Image
LEBARAN sebentar lagi tiba. Aroma Idul Fitri sudah sedap-sedap bergembira sliweran di depan mata dan hidung. Aneka kue-kue lebaran sudah dijajakan di medsos. Begitu pun beragam baju lucu, mukena cantik, sarung cakep, parcel unyu dan sebagainya. Berita soal THR untuk karyawan swasta dan ASN juga tiap hari dibahas di media. Ada yang sudah dibagikan, tapi banyak juga yang belum. He-he-he. 
Saya gak dapat THR secara kerja freelance. Ha-ha-ha. Tapi, yakin bakal ada saja rezeki buat saya. Amin.
Lebaran buat saya pribadi, tidak berbeda jauh dengan Idul Fitri tahun-tahun yang lewat. Gak ada persiapan sampe harus ganti sofa. He-he-he. Secara gak punya kursi tamu. Gak ada rencana juga buat pasang gorden baru. Qa-qa-qa.
Saya dan suami bakal pulang ke rumah ortu di Bali. Saya tidak mau menyebutnya mudik. Sebab,  mudik seharusnya digunakan buat mereka yang punya kampung halaman. Nah saya?
E tapi mau ke Bali, sampai hari ini belum pegang tiket juga. Seperti biasa, kami ala-ala ransel gitu perginya.…