Posts

Bersantap Mesra di D&C 19 Probolinggo

Image
D&C 19. Dok. Pri MALAM Minggu akan lebih asyik bila dimanfaatkan dengan kumpul para kesayangan. Seperti yang kami lakukan, Sabtu (10/02) usai mengisi acara Diskusi Buku Tanjung Kemarau karya Royyan Julian, yang dibesut Komunitas Menulis (Komunlis), kami digeret panitia untuk menikmati atmosfer D&C 19, sebuah depot sekaligus  kafe ngehitz yang terletak di bilangan Jalan Pahlawan 19, Kota Probolinggo. Dengan sukacita, kami meluncur dari kawasan Jalan Suroyo ke D&C 19 , yang jaraknya sekitar 2 KM.  Acara makan malam bersama, kata founder Komunlis, Stebby Julionatan, disiapkan di sana. Tak sampai lima menit dari pusat kota, kami sudah tiba di depot dan kafe yang mulai ramai pengunjung ini. Parkiran mobil ada di depan bangunan, sedangkan motor ada di sisi gedung. Sambil menunggu teman yang sedang memarkir motor, saya dan Royyan Julian, masuk ke dalam kafe, dan memilih tempat duduk dekat colokan listrik. He-he-he. Sebentar saja sudah meras...

Safar di Ujung Januari, 2018 (2)

Image
TENTANG Pertemuan. Tak ada yang lebih menyenangkan dalam menempuh perjalanan, selain melakukan perjumpaan-perjumpaan dengan dia, mereka, orang-orang yang pernah kita kenal hatinya dalam lintasan waktu yang panjang. Akhir Januari. Musim pertemuan-pertemuan. Dok. Pri Maka, perjalanan ke Jogja (25-31/01) lalu boleh saya sebut sebagai perjalanan yang sarat agenda pertemuan. Baik yang terencana mau pun tidak. --- Setelah menemui sahabat baik sejak kuliah di Jogja, 18 tahun lalu yang rumahnya kerap menjadi tempat pulang bagi saya acapkali ke Jogja, pertemuan berikutnya tentu saja dengan "sahabat baik" yang sudah sembilan tahun kami tak jumpa. Isyani, sahabat yang rumahnya selalu jadi tempat pulang di Jogja. Dok. Pri Seperti saya pernah tulis sebelumnya pada catatan sebelumnya ;  Safar di Ujung Januari, 2018 (1) , "janji" bertemu ini kami rapal melalui jalur media sosial. (T erima kasih banyak Mark Zuckerberg, semoga Tuhan...

Ikan-ikan Penghuni Baru Aquarium

Image
Aquarium yang sepi kehilangan teman. Dok. Pri SEPULANG dari piknik ke Jogja, Kamis lalu (01/02), saya kehilangan dua sahabat yang baru dua pekan menemani saya bekerja di Pusmini. Iya, dua ikan mas koki yang saya dan suami pelihara selesai takdirnya.  Saya pikir, dua ikan lucu  yang saban pagi saya stelin instrumentalia dan saya ajak bermain itu sehat-sehat saja. Tiba di rumah usai Subuh, saya tak segera menyapa. Karena pastinya yang sapa dulu adalah suami. He-he-he. Tiba-tiba perasaan tak enak merayapi dada. Berjingkat saya ke ruang baca, menyapa buku-buku yang sepekan sendirian dan tentu saja dua ikan kesayangan. Tangis saya pecah di pagi yang belum sepenuhnya terang itu. Dua ikan kecil saya mengambang. Mati. Bau amis menyeruak. Mendengar saya menangis, suami tergopoh menghampiri. Menenangkan saya yang memalingkan muka dari aquarium bulat yang menjadi saksi kematian ikan-ikan lucu yang terkadang nakal itu. Dengan tenang, suami mengangk...

Safar di Ujung Januari, 2018 (I)

Image
Di Terminal Purabaya, Sidoarjo, Kamis (25/01). Perjalanan sunyi. Berdua buku. Dok. Pri PERJALANAN . Sejak masih remaja saya menyukai perjalanan. Beperjalanan sendiri, berdua saudara atau bertiga, berempat dengan kawan ke sebuah kota. Pun ketika beranjak mandiri, jauh dari orangtua. Perjalanan menjadi semacam karib. Ketika bekerja pun, ternyata tak jauh-jauh dari urusan perjalanan. Safar menjadi bagian dari pekerjaan. Usai menikah, tak lantas kebiasaan beperjalanan tamat ceritanya. Justru trip yang saya tempuh berdua suami semakin panjang dan boleh dibilang kerap. Masih dekat-dekat saja sebenarnya. Tapi, selalu saya syukuri sebab itu yang membuat kebahagiaan di dalam dada berlipat. Perjalanan selalu menghadirkan hal-hal baru. Bahkan bisa jadi jawaban-jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang menyelinap di kepala dan mata batin. Setidaknya itu saya alami saat berjalan, sejauh ini. Meski demikian, tak selalu juga berjalan berdua. Tak terhitung, berapa kali saya bertuala...

Bila Sastra Dirayakan dengan Indah

Image
Catatan ini sudah dipublikasikan di Tribunnews, Rabu 1 Februari 2018 dan Harian Surya, 2 Februari 2018. Konsolidasi sebelum manggung. Dok. Pri PANGGUNG The Sava, Togamas, Sabtu (20/1) sejak pukul 16.00 WIB sudah riuh oleh pengunjung. Bukan hanya pelanggan toko buku saja, tetapi puluhan pegiat literasi dari Malang Raya tampak menikmati tampilan musik-musik indah yang dimainkan Band Desa Kota. Pembacaan puisi secara berturut-turut oleh pegiat literasi dari kota Surabaya, Elde Firda yang membacakan bait-bait indah bertajuk “Lelaki Berhati Agar-agar” karya jurnalis senior Heti Palestina Yunani membuka diskusi buku kumcer dan puisi Kalih. Diiringi instrumentalia Charles Djalu dkk, dengan penuh penghayatan Elde yang juga seorang penulis sekaligus psikolog itu membuat haru biru pecinta sastra. Betapa tidak, sajak tersebut merupakan ungkapan kasih yang tulus untuk mengenang kebaikan owner sekaligus founder Togamas, Johan Budhi Sava yang berpulang beberapa waktu lalu. ...