Posts

Malas Boleh, Tapi....

Image
Jalani hidup dengan santai, tawakal biar ikhlas menjalaninya. Dok. Pri SEPEKAN ini kerjaan saya hanya gegoleran di kasur. Ya ampun! Gak banget ya. Tapi, mau gimana, acara beberes rumah belum kelar dan masuk fase ngecat-ngecat dan itu bikin saya mabok cat. Jadilah, saban pagi sampai sore saya ngumpet di kamar. Tidur. Denger musik pun juga percuma karena kalah sama suara alat potong keramik. Saya baru seperti bebas dari aroma-aroma itu kalau ke sekolahan. Mau ngerjain sesuatu macam nulis, ngedit dan baca buku bener-bener gak bisa total. Gak bisa konsentrasi. Kemarin, di antara rasa cekot-cekot di kepala, sempat mikir juga apa kabar kerjaan saya? Mana lagi banyak lomba menulis yang saya sudah ancang-ancang mau ikut. Jadilah kemarin saya cari wangsit, he-he-he. Gak boleh terus-terusan terkapar kayak gini. Tadi malam saya niatkan, hari ini harus bisa bangun buat ngapain kek, ngedit, nulis dikit-dikit aja. Karena memang situasi rumah belum kondusif. Ruang baca saya jug...

Ketika Ingat "Pulang"

Image
Hidup ini mengajarkan untuk "ingat" kepada "pulang". Foto di Alun-alun Magelang. Dok. Pri SEJAK awal pekan ini, tubuh saya nge-drop. Tenggorokan seperti disilet, batuk sampai lemes, leher panas, dan kepala pusing di seluruh penjuru. Gejalanya sudah saya rasakan sejak minggu lalu. Tapi, saya tahan-tahan karena masih ada kerjaan yang harus saya selesaikan. Sejujurnya, sejak Februari lalu, stamina tubuh saya menurun. Barangkali, karena kaget menghadapi situasi yang terjadi di rumah. Iya, sejak sebulan lalu, rumah hijau direnovasi. Hanya kecil-kecilan, bagian depan dan ruang tamu serta ruang baca. Tapi, tak urung situasi gaduh itu membuat saya tidak bisa konsentrasi. Kebiasaan sehari-hari hening, sepi, lantas hiruk pikuk, membuat tubuh saya protes. Saya mengungsi ke kamar pribadi.  Menghindari debu dan suara alat-alat yang bikin kuping ngilu. Mendengar musik melalui hp, karena saya malas mengusung laptop ke kamar. Melamun sampai tertidur. Ruang baca s...

Mencintai Diri Sendiri

Image
Sesibuk apa pun, jangan ganggu acara ngopi. Dok. Pri SUDAH lima tahun saya memutuskan untuk tidak terikat kerja dengan lembaga mana pun yang mengharuskan saya masuk kerja tiap hari dari jam sekian hingga sekian. Menjadi freelance r begitulah kerennya. Aktivitas karya yang saya lakoni saat ini. Mengajar freelance . Menulis freelance . Jadi reporter freelance . Bisnis juga freelance . Saya ingat, keputusan resign saya ambil setelah minta pertimbangan suami. Kesibukan di luar rumah dari pagi sampai menjelang sore itu memang menyenangkan. Saya hampir tidak pernah mengeluh. Karena menyukai apa yang saya kerjakan. Tapi, kesenangan saya itu berimbas pada sedikitnya waktu berdua suami dan rumah tangga yang tidak terurus dengan baik. Suami komplen. Meski tidak secara terang-terangan. Karena dia tahu, istrinya yang tidak jelita ini memang tidak bisa diam. Apalagi prinsipnya, ketika dia menikahi saya, dia harus bisa membahagiakan saya. Salah satunya, membolehkan saya mela...

"Piknik " di Ruang Baca

Image
Bercumbu dengan buku. Dok. Pri AKHIR pekan ini sudah saya niatkan tidak ke mana-mana. Tanggal tua. Hemat tenaga. Karena minggu berikutnya, jadwal saya lumayan padat. Urusan mengajar, kunjungan dan pelatihan, seputar itulah. Maka, seusai belanja dan menyiapkan logistik tadi pagi, saya berdiam di ruang baca. Buka youtube stel musik, mengecek laman media sosial dan membaca beberapa halaman buku. Leyeh-leyeh di ruang baca, sendiri. Dua orang laki-laki di rumah hijau sedang ada urusan masing-masing. Papa saya pergi menghadiri reuni kawan-kawan lamanya, sedangkan hubby kerja bakti di masjid dekat rumah.  Tukang yang lagi renovasi juga libur. Rumah terasa tenang.  --- Saya memandangi tumpukan buku yang belum sempat saya rapikan dan tidak akan pernah rapi, selama saya masih  suka membaca dan hubby masih menggunakannya sebagai referensi. He-he-he. Akhirnya terbersit ide untuk "bersih-bersih." Iya, sudah lama saya tidak menyentuh buku-buku di ruang...

Tuhan Maha Mengabulkan

Image
Banjir Kraton luapan Sungai Welang, Kamis (22/02). Foto. Kang Ube/Jawa Pos Radar Bromo Sebaik-baik rencana manusia, rencana Tuhan segala-galanya. Rencana yang sudah tersusun di kepala, bangun sebelum Subuh, belanja cepat, masak kilat lalu siap-siap supaya bisa bareng hubby jam 6.30 ke sekolah. Saya akan turun di halte untuk melanjutkan perjalanan naik bis ke Probolinggo. Perkiraan saya jam 7 saya sudah naik bis, dan jam 9 sudah mendarat di tujuan.  Faktanya, meski jam 7 saya sudah ngebus dari Bangil, sampai jam 9 saya masih terdampar di atas bus sebelum masuk Kota Pasuruan. Begitu yang saya alami ketika melakukan perjalanan ke Probolinggo untuk memandu acara diskusi buku, Kamis pagi (22/02). BANJIR. Ketika bis berjalan merambat karena antrian kendaraan mengular, saya masih berfikir, banjir di kawasan langganan air meluap tersebut tidak akan membuat laju kendaraan berhenti. Macet biasa. Ternyata oh ternyata.... "Banjirnya setinggi dada, baka...

Me Time dengan Mandi Teh

Image
Sekotak teh, belum dirapikan. Dok. Pri SUDAH sejak beberapa waktu lalu, ketika ingin menikmati waktu sendiri sambil mengurai isi kepala dan rasa penat, saya mandi teh. Setelah sebelum-sebelumnya saya hobi meracik teh, akhirnya punya ide juga untuk mandi dengan rebusan air teh. Saya melakukannya tanpa motif apa-apa sih. Pokoknya pingin saja.  Saya buka kotak isi teh, ambil beberapa jumput daun teh kering dari beberapa merek, lalu saya masukkan ke dalam panci berisi air, kemudian rebus sampai mendidih. Tanpa gula ya... Saya malah suka menaburi dengan sedikit garam. Supaya terasa sensasi mandi di hotel pakai garam mandi.  He-he-he. Mandi dengan air garam, menurut referensi yang saya baca, bisa menghilangkan pegal-pegal. Sesekali, saya sertakan juga beberapa daun sirih merah dalam hitungan ganjil. Ini untuk menetralisir toksin dan mengurangi alergi di kulit. Eksperimen. Begitu yang saya lakukan. Setelah air mendidih, saya pindahkan ke ember karena gak ...

"Chaos" di Rumah Hijau

Image
Harmoni. Foto : Ambil di Google. GENAP dua pekan sudah terjadi " Chaos " di rumah kami. Rumah bercat hijau dengan dua pintu utama itu sementara tidak lagi membuat kami, terutama saya yang lebih banyak waktu menghabiskan hari di rumah, merasa nyaman. Apa pasal? Iya, rumah hijau kami direstorasi. Semuanya serba dadakan. Tidak ada dalam agenda di kepala kami sebelum-sebelumnya. Rumah tua, rumah perjuangan Papa dan Mama yang sudah saya dan suami huni hampir empat tahun ini dipugar pada bagian depan dan sejumlah ruang. Sebagai kepala proyeknya, tentu, siapa lagi kalau bukan Papa saya yang datang dari Bali sekitar 16 hari lalu. Tadinya, saya dan suami pikir, Papa datang untuk melepas rindu pada salah satu anaknya ini. Selain, memang setiap beberapa bulan sekali, Papa saya secara bergantian dengan Mama pulang ke Jawa untuk bersilaturahmi dengan saudara-saudaranya. Iya betul! Papa saya memang sempat hadir ke reuni keluarga besar Mama saya. Kemudi...