Posts

Menikmati Naik Bus Kamboja-Vietnam (2-Habis)

Image
Hiburan di sepanjang jalan. Foto-foto di dalam bus Kamboja-Vietnam. Dok.Pri SATU jam menunggu di terminal Phnom Pehn, akhirnya perjalanan kembali berlanjut. Kami masih duduk di bangku paling depan sesuai tiket bus. Masing-masing penumpang mendapat sebotol air mineral. Pada perjalanan lanjutan menuju Ho Chi Minh City, bus yang kami tumpangi lebih "bermartabat" dari sebelumnya. Kondisi busnya mengesankan selayaknya bus kelas eksekutif. Joknya lebih empuk dan bersih. Kemudian, kaki kami bisa selonjoran enak. Koper dan ransel kami masukkan bagasi. Hanya tas kecil isi dokumen perjalanan dan tas isi makanan yang kami bawa ke dalam bus. Sama seperti bus sebelumnya. Bus ini memutar film dan lagu berbahasa Kamboja dan Vietnam secara bergantian. Penumpang yang melanjutkan perjalanan ke Ho Chi Minh lebih sedikit. Sebagian sudah turun di Phnom Pehn. Tak banyak yang bisa dilihat pada perjalanan menjelang petang itu. Pemandangan gedung-gedung tinggi, kuil dengan menara...

Menikmati Naik Bus Kamboja-Vietnam (1)

Image
Tiket bus Kamboja-Vietnam. 32 USD/orang. Dok. Pri SETELAH gagal naik bus dari Bangkok ke Siem Rheap, Kamboja, dengan alasan keamanan, akhirnya cita-cita saya naik bus lintas negara dijawab Tuhan. Sudah cukup  empat hari tiga malam menjelajah Kamboja, saatnya kami geser ke Ho Chi Minh City, Vietnam. Tiket bus Surya  kami  beli dari operator bus tak jauh dari hotel tempat kami bermalam. Waktu pesan, mbak penjual tiketnya bilang, karena bus berangkat pagi hari sekitar jam 7, maka menjelang malam hari kami akan tiba di Ho Chi Minh City. Kurang lebih 12 jam perjalanan, begitulah. Tiket bus kami beli seharga 32 USD. Kami akan dijemput di hotel pukul 06.30 waktu Kamboja dengan van. Selanjutnya akan diantar ke terminal untuk naik bus. Jam 5 pagi, saya dan Mita, sudah bersiap-siap. Sebelumnya, saya sudah pesan ke hotel, agar jatah sarapan kami dibungkus saja dan siap sebelum pukul 6.30. Menu aman yang kami pilih adalah pancake dan buah. Buat jaga-jaga juga, s...

Piknik ke Kantor Pos Sai Gon, Vietnam

Image
Catatan perjalanan ini sudah dipublikasikan di harian Surya, Minggu (29/4). Kantor Pos Sentral Sai Gon, Vietnam nampak berwibawa. Dok.Pri SUASANA hiruk pikuk terlihat di   pelataran Buu Dien Trung Tam Sai Gon atau Kantor Pos Sentral Sai Gon menjelang siang, Jumat (29/3). Ribuan turis dari berbagai belahan dunia nampak mengabadikan bangunan perpaduan arsitektur Barat dan Timur itu. Dengan kamera pada telepon genggam, saya ikut larut mengabadikan bagian depan kantor pos yang terletak di Jalan Komune Paris 2 atau Cong Xa Paris, Ho Chi Minh City, Vietnam. Pedagang cenderamata terlihat di beberapa sudut halaman kantor pos yang dibangun mulai tahun 1886 hingga 1891 itu. Surya, Minggu (29/4). Dok. Surya Selanjutnya, saya melangkahkan kaki ke dalam bangunan yang menjadi salah satu ikon Ho Chi Minh City. Tak jauh berbeda dengan situasi di luar. Di bagian dalam kantor pos juga dipadati turis.   Ada yang datang berombongan disertai pemandu wisata, tak se...

Menjelajah Candi dengan Tuk-tuk (Catatan Piknik Ke Kamboja)

Image
Artikel ini telah tayang di rubrik Journey, Harian Jawa Pos Radar Mojokerto, Jumat (12/4). Bersama patner bertualang. Dok. Pri. PAGI masih gulita ketika dengan penuh semangat kami bergegas menaiki Tuk-tuk yang sudah menunggu di depan hotel. Baru pukul 04.30 Waktu Kamboja. Dingin yang menembus tulang mengalahkan rasa tak sabar ingin bertualang ke candi Angkor Wat, Senin (25/3). Jalanan masih sepi. Gelap. Setelah melewati tengah kota, Tuk-tuk yang kami sewa 30 USD untuk satu hari penuh ini melaju dengan kecepatan sedang. Perasaan was-was sempat menghampiri. Saya memeluk erat tas selempang yang berisi paspor dan dompet. Begitu pun dengan kawan perjalanan saya, Ariana Mita. Sejumlah referensi yang sempat kami baca menyebut, kota ini tak sepenuhnya aman. Turis tak boleh lengah. Ransel Hijau Mbak Yeye piknik ke AngkorWat, Kamboja. Dok.Pri Tak banyak yang bisa dilihat pada perjalanan pagi itu. Selain merasai dinginnya udara pagi. Setelah kurang lebih 20 m...

Jalan-jalan 5 Negara ASEAN (Bagian 1)

Image
APALAH artinya hidup tanpa jalan-jalan. Begitu semboyan saya sejak dulu. Itulah mengapa, setiap ada sedikit rezeki, saya menggunakannya untuk plesiran. Bukan untuk beli-beli barang. Atau menabung. Buat apa tabungan banyak, tapi tidak pernah ke mana-mana? Giant screen. Jadwal keberangkatan pesawat. Bandara  Changi, Singapura. Sejak tahun lalu, saya sudah mencanangkan sungguh-sungguh bahwa tahun 2019 akan menjadi tahun piknik ke beberapa negara. Kamboja. Menjadi tujuan utama saya. Cita-cita sejak lama. Sepertinya seru bisa piknik ke negeri Khmer itu. Sengaja, dalam rencana perjalanan itu, saya tak menyertakan suami. Karena kebetulan jadwalnya dia tak bisa dipegang. Piknik gaya bebas juga bukan dia banget. Kami juga sudah sering bepergian bersama baik dalam atau ke negeri sebelah. Saya pikir, ada saatnya saya jalan-jalan sendiri. Dengan sahabat jika memungkinkan. Mulailah jelang akhir tahun lalu, saya mantapkan rencana. Ndilalah , ada sahabat baik yang juga berci...