Posts

Samantha Project, Genderless Fashion Berkonsep Kesetaraan

Image
Naskah ini sudah terpublikasi di majalah Money & I, volume 124 (Juni-Juli 2020). Genderless Fashion. Dok.Lukas/Pri Bisnis fashion boleh dibilang awet eksis. Karena sandang termasuk kebutuhan primer dalam kehidupan. Orang rela mengeluarkan anggaran khusus untuk kebutuhan membeli pakaian. Seiring perkembangan teknologi dan trend busana, banyak orang mulai peduli pada model baju yang mereka gunakan. Di kalangan masyarakat tertentu, seseorang bisa mendapat atensi lebih karena tampilan busana yang dikenakan. Mereka dijadikan panutan dalam penampilan di berbagai kesempatan. Yup, ini tak lain karena busana juga merepresentasikan selera, keunikan, kenyamanan dan kebahagiaan si pemakainya. Berbusana unik dan menarik bisa diwujudkan dengan sederhana. Peluang ini yang ditangkap Martha Nalurita untuk mengisi ceruk dunia fashion Kalimantan Timur melalui karya-karyanya. Dengan percaya diri, ia mengenalkan baju-baju rancangannya dan kini jadi desainer yang diperhitungkan di Bali...

Bangkok, I'm in Love 4 (Jajan Es Krim dan Belanja sampai Dompet Ambyar di Chatuchak )

Image
Jajan es krim ikonik di Chatuchak, Bangkok. Dok. Pri Ke Bangkok ya Belanja! Meski saya tak hobi belanja, jalan-jalan ke Bangkok bersama Mita, blusukan ke Pasar Chatuchak sudah ada dalam jadwal. Kalau rencana mengunjungi situs kuno  Ayutthaya bisa kami batalkan, tapi tidak ke Chatuchak. He-he-he. Manajer piknik saya, Mita, sudah mengatur sedemikian rupa agar akhir pekan kami bisa seharian penuh ke Chatuchak. Ya, meski di awal sudah saya bilang, plesiran ke Bangkok itu tanpa skejul ketat, alias mengalir saja mengikuti hati dan kaki. Khusus belanja ke pasar senggol terbesar di Bangkok itu tidak ada kompromi. Wajib! Ha-ha-ha. "Agenda kita udah jelas di Chatuchak ngapain. Jajan es krim kelapa," kata Mita saat kami diskusi santai  malam-malam sepulang kami keliling Bangkok. Saya yang sebenarnya mata sudah tinggal lima watt dan kaki gempor gak ketulungan, langsung semangat dengar kata "jajan." Ha-ha-ha. Iyalah! Piknik tanpa jajan? Piknik macam apa itu?!...

Bangkok, I'm in Love 3 (Air Kelapa Favorit, Cinta di Chao Phraya dan Persahabatan)

Image
Tukang piknik. Dok. Pri Klik : Bangkok I'm in Love 1 Udara Bangkok sedang panas-panasnya ketika kami datang. Badan terasa gerah walau baru saja mandi. Itu sebabnya saya yang rada-rada alergi AC, malah merasa pingin sering-sering ngadem di dalam kamar hotel atau di mall. Tenggorokan bawaannya haus. Pingin minum terus. Jadilah ke mana-mana saya bawa tas khusus buat wadah air minum. Kata Mita, supaya gak lemes, mending minum air kelapa botolan. Di setiap swalayan, menyediakan air kelapa botolan. Seger banget. Sebotol kecil kalau tak salah harganya sekitar Rp 17-20 ribu. Sekali minum langsung bocor. He-he-he. Itu sebabnya tak terhitung berapa kali saya beli air kelapa botolan ini saat jalan. Lumayan buat menghindari dehidrasi. Air kelapa yang dingin itu lebih segar ketimbang air putih. Yang lebih penting sih bikin saya tidak lemas. Dan kuat naik turun tangga stasiun untuk naik BTS. -- Enjoy Bangkok! Dok. Pri. Editing : Kirana Seperti hari...

1 Dekade itu Lebih dari Cinta

Image
10 tahun bersama. Caranya melihat saya masih tetap sama. Mencuri-curi pandang. Editing : Kirana Senin pagi, pukul 09.00 WITA. 21 Juni 2010. 10 tahun lalu. Momen terbaik bagi saya. Juga dia. Kami dipersatukan di majelis akad nikah yang sederhana. Di rumah keluarga saya di Bukit Sanggulan, Tabanan, Bali. Sebutir cincin 1,9 gr sebagai mahar. Serta sebuah buku bertajuk Kado Pernikahan untuk Istriku sebagai hadiah pernikahan darinya untuk saya. Di atas kedua benda itu, ada hal yang lebih berharga. Keberanian dan kesungguhannya untuk serius berumahtangga. Sejak dia datang sendiri menghadap orangtua saya, Juni, setahun sebelumnya (2009). Tanda kasih darinya. Dok. Pri   Tak ada prosesi lain seperti lazimnya orang-orang yang akan menikah, seperti lamaran dengan keluarga besar. Lalu berbalas kunjungan dan lainnya. Kedatangannya kali pertama ke Bali untuk bicara enam mata dengan orangtua, saya anggap itu sebagai lamaran resminya. Lalu sehari menjelang ijab qabul, ia...

Bangkok I'm in Love 2 (Kalap Belanja dan Kulineran)

Image
  Eksplore Bangkok dengan segala moda transportasi. Dok.Pri. Edit Foto : Kirana Sakura Sky Residence berada di 1 9 Sukhumvit 33 Alley, Khwaeng Khlong Tan Nuea, Khet Watthana, Krung Thep Maha Nakhon 10110, Thailand. Lokasinya sangat strategis. Tinggal ngesot saja ke sejumlah minimarket, kafe, dan money changer . Suasana Distrik Wattana ini mengingatkan seperti di area Legian, Bali. Aroma dupa semerbak menyambut kedatangan saya malam itu. Entah mengapa, saya seperti berada di Bali saja. Konsep hotel ini ala-ala Jepang gitu. Bunga Sakura di mana-mana. Bahkan di pojokan bath-up juga ada. Jadi ketika mandi, berasa di bawah naungan pohon Sakura. Saya jadi agak-agak absurd . Sebenarnya kami lagi liburan di Thailand atau di Jepang atau lagi mudik ke Bali? He-he-he. Malam itu, saya dan Mita tak segera istirahat. Karena lama gak ketemu, jadilah ngobrol sampai jelang pagi. Sambil ngemil-ngemil tentunya. Kebetulan, kawan jalan saya ini well prepared dan isi kope...