Samantha Project, Genderless Fashion Berkonsep Kesetaraan
Naskah ini sudah terpublikasi di majalah Money & I, volume 124 (Juni-Juli 2020). Genderless Fashion. Dok.Lukas/Pri Bisnis fashion boleh dibilang awet eksis. Karena sandang termasuk kebutuhan primer dalam kehidupan. Orang rela mengeluarkan anggaran khusus untuk kebutuhan membeli pakaian. Seiring perkembangan teknologi dan trend busana, banyak orang mulai peduli pada model baju yang mereka gunakan. Di kalangan masyarakat tertentu, seseorang bisa mendapat atensi lebih karena tampilan busana yang dikenakan. Mereka dijadikan panutan dalam penampilan di berbagai kesempatan. Yup, ini tak lain karena busana juga merepresentasikan selera, keunikan, kenyamanan dan kebahagiaan si pemakainya. Berbusana unik dan menarik bisa diwujudkan dengan sederhana. Peluang ini yang ditangkap Martha Nalurita untuk mengisi ceruk dunia fashion Kalimantan Timur melalui karya-karyanya. Dengan percaya diri, ia mengenalkan baju-baju rancangannya dan kini jadi desainer yang diperhitungkan di Bali...