Sehari Tanpa Gawai
DULU , dulu sekali, kita kerap meninggalkan rumah tanpa melengkapi diri dengan handphone. Ya, tentu saja, saat itu kepemilikan hp masih terbatas. Hanya orang-orang tertentu saja yang mampu beli. Jika ada kabar yang ingin disampaikan pada keluarga saat kita sedang jauh, cukup dengan menghubungi telepon rumah. Seminggu sekali, atau bahkan sebulan sekali bagi yang terpisah. Tak ada masalah. Komunikasi tetap hangat dan punya makna. Sering pula bertukar kabar lewat surat menyurat. Saya mengalami masa-masa itu. Rasanya ada semacam gelombang berbeda di dalam hati ketika membaca surat baik dari orangtua, atau sahabat bahkan gebetan yang berjauhan. Saya merindukan situasi seperti itu lagi. Dulu, dulu sekali, tak perlu juga kita update kegiatan kita dari bangun tidur sampai tidur lagi baik itu melalui telpon atau sms. Tak ada juga yang resah. Ambil di Net. Dulu, kita bisa sering-sering ketemuan dengan kawan tanpa pakai janji-janjian di dunia maya. Dan, acara ketemuan ...