Ngadem ke Gunung, Piknik ke Fresh Green, Trawas-Mojokerto

HARI Minggu yang cerah, rencana mau staytune menulis, eh kedatangan rombongan keponakan Trio Menyils dari Surabaya yang kami lama tak ketemu.

Setelah main-main dan  sarapan bekal yang dibawa dari Surabaya, kami pun jalan-jalan tanpa tujuan. Ya untungnya saya  sudah mandi, tinggal sisiran sama bedakan tipis-tipis. Siap cuss!

"Pokoknya jangan ngemol," kata Menyil senior request. Siplah Menyils ini, kebetulan saya dan suami beserta Bapak dan Ibunya Menyils juga bukan penghobi ngemol.



Keluarga Cemara Ala-ala. Foto : IG@ tri_lestiyono_bc



"Kiri atau kanan ini?" Tanya Bapak Menyils saat mobil keluar gang rumah kami.

"Kanan saja sambil jalan-jalan ke desa, nanti kalau tidak mau lewat sana, kita putar balik," sahut suami saya. Mobil pun melaju ke arah kanan menuju arah gunung Penanggungan. Rumah kami memang di kaki gunung, tapi dikepung banyak pabrik yang notabene perusahaan-perusahaan besar.

Setelah melalui pabrik rokok terbesar, mobil ambil belok kiri dan mengikuti jalan desa sampai ketemu hutan kecil dengan jalan makadam.

"Ke Fresh Green saja," celetuk saya. Kebetulan, saya dan suami sudah pernah ke sana. Setelah melewati jalan berbatu sejauh kurang lebih 2 KM, akhirnya ketemu jalan paving dengan pemandangan sawah dan gunung Penanggungan.




Jalan paving setelah hutan kecil sejauh 2 KM. Foto : Kebaikan Amanda Mei


Lumayanlah, sepanjang jalan, Menyils bisa lihat pohon-pohon  pinus dan rumput gajah. Refreshing setelah ulangan tengah semester.


Lepas dari jalan kampung, langsung ketemu jalur utama Trawas-Mojokerto yang sisi kanan dan kiri adalah vila, sawah-sawah kayak di Bali dan hutan pinus. Sebenarnya, view persawahan di kawasan ini gak kalah seperti di Bali lho. Coba kalau disiapkan sebagai destinasi wisata, saya kira bisa dijual seperti kawasan Ubud atau Jatiluwih yang tidak jauh dari rumah saya di Tabanan, Bali. Apalagi penginepan, hotel dan tempat makan banyak ditemui di sini. Dinas Pariwisata mana nih??



Pemandangan sawah dikepung gunung. Foto kebaikan : Amanda Mei


Plang petunjuk arah Fresh Green terbaca jelas, tinggal mengikuti jalan saja. Sayangnya, jalan desa menuju tempat wisata ini terbilang sempit. Jadi, kudu hati-hati bila berpapasan dengan kendaraan lain. Karena mengambil jalan alternatif dari kampung saya, maka perjalanan tidak lebih satu jam.


Peta lokasi Fresh Green. Ambil di Net.


Fresh Green terletak di Dusun Bantal, Duyung, Trawas, Mojokerto merupakan obyek wisata yang dibangun di tengah kebun durian. Tapi, dua kali ke tempat tersebut, saya tidak lihat pohon durian berbuah tuh, padahal tagline-nya Mendem Duren. (Cek kacamata dulu..). Masuk ke obyek wisata ini tidak dikenakan biaya.



Pemandangan di sekitar Fresh Green. Ambil di Net.


Trio Menyils langsung senang begitu tiba di Fresh Green. Namanya anak-anak ya, lihat macam-macam mainan dan kuda langsung pada antri minta muter-muter naik kuda. Saya sama emaknya mlipir cari tempat buat leyeh-leyeh. Ngok!


Naik kuda muter-muter kebun durian. Dok : Pri


Ngadem gaes! Foto : Jepretan Papa Panda


Suasana di Fresh Green tidak sehiruk pikuk waktu kali pertama ke tempat ini, tahun lalu. Menurut informasi, areal tempat wisata ini luasnya 5.000 hektar dan sudah lima tahun beroperasi.

Macam-macam wahana permainan tersedia, seperti ; Flying fox, titian tali, low rope, papan goyang dan jembatan gantung. Khusus flying fox dan naik kuda saja yang bayar. Permainan lainnya gratis.

Main klompen berdua biar romantis.  Dok : Pri


Di salah satu joglo ternyata ada kelas membatik. Menyils senior nimbrung membatik bareng beberapa anak sebayanya. Kata hubby yang tadi nungguin Menyils membatik, ada mbak alumnus ISI Solo yang ngajari membatik. Gratis.


Membatik ala-ala. Dok : Pri


Piknik tentu ada acara kulineran dong ya. Di food court Mendem Duren, tersedia banyak stand  makanan. Andalannya es/jus duren dan ote-ote rimba. Makanan lain ; Sate ayam/kelinci, nasi goreng rimba, bakso, rujak manis/rujak uleg, jagung bakar, wingko dan rangin. Harga makanan dibandrol mulai Rp 10 ribu.



Es Duren. Foto : Ambil di Net

Ini tadi aroma durennya tidak menyengat seperti waktu kali pertama berkunjung ke Fresh Green. Belum musim duren kali ya....Paslah, saya juga tidak suka makan duren. Makanan bisa dinikmati di areal food court atau di gazebo dan gubuk yang tersebar di area Fresh Green. Jadi, kalau ke sini tidak usah bawa bekal dari rumah. Makanan dan minuman yang dipesan bisa diambil sendiri atau diantar waiter ke gazebo dan lesehan yang sudah ada namanya.


O iya ada enam gazebo  dan tujuh lesehan serta tenda-tenda yang bisa dikapling pengunjung. Tersedia juga dua aula, untuk menampung rombongan besar. Sempat tadi saya dengar ada lagu dangdut, kayaknya sih  ada gathering karyawan pabrik.



Leyeh-leyeh di food court Mendem Duren. Dok : Pri

Piknik serius makan lebih serius gaes! Dok : Pri


Berdua emaknya Menyils, ngaplinglah kami tempat duduk di food court sambil menunggu pesanan. Makanan dipesan dulu di kasir, baru nota dikasihkan ke stand-stand makanan yang kami order. Sayang, antrian di kasir tidak tertib. Ini lebih ke pengunjung yang sepertinya tidak terbiasa ngantri. Jadi bikin barisan sendiri. (Kami tadi sudah ancang-ancang menegur ketika membaca situasi ada pengunjung yang sepertinya mau memotong antrian. Hihihihi.)

Akhirnya, satu persatu orderan kami datang juga. Karena saya gak suka duren, jadi tidak nyicip es duren. Lalu ote-ote rimba dua pcs ukuran besar yang kalau dipotong-potong bisa disantap empat orang. Rasanya lebih enak dari kali pertama saya nyicip. Dulu, seingat saya aroma durennya menyengat. Entah karena bahannya ada durennya atau pas pohon duren berbuah. Penciuman saya waktu itu agak-agak absurd. Hehehehehe.

Karena cuaca panas, sempat pesan rujak manis yang bisa dimakan rame-rame. Bumbunya lumayan enak. Jadi ketika buahnya sudah habis, saya lari beli kerupuk buat dicocolin ke sambel rujak. Wkwkwkwk.


Rujak manis disantap rame-rame. Dok : Pri


Sempat order jagung bakar, yang pedesnya amit-amit. Jadi tidak bisa menikmati. Trio Menyils sempat order bakso rimba dan nasi goreng.

Abis makan otomatis ngantuk mendera. Hahahahaha. Penyakit yang susah sembuhnya ini.

O iya fasilitas di tempat wisata ini lumayan lengkap, ada musola dengan kamar mandi cukup bersih, jadi tidak repot cari tempat solat.

Ada hotel dan cottage juga bagi yang mau bermalam  sembari merasakan sensasi tidur di tengah kebun duren.

Komentar untuk Fresh Green :

1. Untuk piknik tipis-tipis bareng keluarga, tempat ini bolehlah. Permainannya juga aman. Banyak tempat duduk untuk ngawasi anak-anak bermain.

2. Makanan dan minuman beragam, jadi kalau niat main ke sini, gak perlu rempong bawa logistik berat dari rumah. Harganya menyesuaikan secara tempat wisata. 

3. Piknik ke sini lebih enak musim kemarau. Bebas licin. Pernah kami ke sini pas musim penghujan, agak repot karena tempat parkir jaraknya lumayan. Sedia payung sebelum hujan.

4. Banyak spot foto di tempat ini. Cocoklah buat yang suka narsis.

Saya kasih angka 8 dari range 5-10 untuk tempat piknik ini.



Seperti foto keluarga. Dok : IG@tri_lestiyono_bc



Setelah solat zuhur, kami pun pulang tapi mengambil jalur jalan raya utama Trawas-Pacet yang jarak tempuhnya lebih jauh daripada jalur berangkat. Si Menyils masih pingin jalan-jalan. Hahahaha.


Tidak lupa mampir belanja buah di Depot Sri, seberang Candra Wilwatikta, Pandaan. Ada kios di areal parkir dalam depot legendaris ini. Selain jualan macam-macam buah yang harganya lumayan murah, tersedia juga macam-macam gorengan ukuran jumbo, kue-kue tradisional dan sayuran mateng. Penjualnya ramah-ramah dan suka kasih bonusan banyak. Hihihihi.


Kios aneka buah di parkiran dalam Depot Sri, Pandaan. Dok : Pri


Lumayanlah hari ini refreshing sebentar. Bagaimana dengan hari Minggu, teman-teman?






Comments

Popular posts from this blog

Menulis Artikel dan Dapat Juta-juta, Ada?

Book Tour : Pulau Kekasih

Mendengar Orkestra Alam di Omah Padma